Thursday, 2 January 2014

Strategi menutup atap yg bocor di musholla

Musholla Al Ikhwan, Patih Nambi, Denpasar
Musholla Al Ikhwan, Patih Nambi, Denpasar
Sekadar sharing, berdasar pengalaman pribadi, ternyata menutup atap bocor itu gampang2 susah. Kecuali kalo memang rencananya adalah merombak area yg bocor.

Yang jelas, perlu identifikasi titik bocornya dng tepat, terutama untuk atap yg ada plafon-nya. Nah, itu hanya bisa diidentifikasi dng tepat saat hujan turun. Kalau perlu, naik ke atap saat hujan, shg terlihat jelas jalannya air yg bocor.

Dan, -idealnya- dia (yg identifikasi titik tsb)-lah yg bisa menutup bocor tsb dg benar, karena kalau orang lain, tentu harus menebak2 lagi titik2nya.

Jadi, tanpa bermaksud mengurangi semangat jamaah untuk gotong royong, sebaiknya perbaikan atap yg bocor ini kita buatkan strateginya dng benar. Gotong royong-nya bisa kita agendakan untuk perbaikan2 yg lain, atau sekadar membantu mengawasi saat pengerjaan.

Kesempatan untuk bisa identifikasi titik bocor tsb, jelas sangat terbuka bagi marbot yg notabene tinggal 24 jam di musholla. Nah, sudah semestinya dia kita motivasi spy bisa inisiatif memperbaiki atap bocor ini tanpa harus menunggu bapak2 jamaah turun semua.

Saya tidak percaya kalo ini tidak bisa diperbaiki sendiri oleh marbot, karena melihat potensi cara kerja dia; apalagi kalo harus panggil tukang segala. Ketika istri membaca tulisan ini, dia berkomentar singkat: "lha sekarang dia sudah nyaman tinggal di kamar khusus, bebas bocor, jd ngapain mesti susah2 ngurus musholla yg bocor?"

Saya pikir, benar juga ya? Mungkin tingkat comfort zone-nya yang sdh sangat wuenak, jadi kurang peduli lagi sama masalah di musholla ini. Beda sekali dg saat dulu masih tinggal di kamar sebelah imam-an. Mungkin, itu juga menjadi salah satu jawaban shg beberapa shubuh-an pun terpaksa bapak2 lain yg adzan, dng puncaknya tadi pagi, ternyata kakak dari Green Kori yg adzan shubuh. :(

Anyhow, tulisan ini adalah untuk bahan renungan kita bersama, minimal sbg catatan pribadi saya, agar ada pembinaan yg benar untuk marbot yg tinggal di musholla, siapa pun itu nantinya. Mari hilangkan prasangka pribadi, karena semangatnya adalah untuk kebaikan kita semua. Banyak prestasi luar biasa marbot kita, tapi tentu saja kita juga berkewajiban untuk membina biar bisa lebih baik & lebih peduli.


Jika ada sudut pandang yg salah, mari kita perbaiki bersama, karena tentu tidak mutlak harus membaca dari sudut pandang yg saya ambil.

No comments:

Post a Comment