![]() |
| Musholla Al Ikhwan, Patih Nambi, Denpasar |
Sekadar sharing, berdasar pengalaman pribadi, ternyata
menutup atap bocor itu gampang2 susah. Kecuali kalo memang rencananya adalah
merombak area yg bocor.
Yang jelas, perlu identifikasi titik bocornya dng tepat,
terutama untuk atap yg ada plafon-nya. Nah, itu hanya bisa diidentifikasi dng
tepat saat hujan turun. Kalau perlu, naik ke atap saat hujan, shg terlihat
jelas jalannya air yg bocor.
Dan, -idealnya- dia (yg identifikasi titik tsb)-lah yg bisa
menutup bocor tsb dg benar, karena kalau orang lain, tentu harus menebak2 lagi
titik2nya.
Jadi, tanpa bermaksud mengurangi semangat jamaah untuk
gotong royong, sebaiknya perbaikan atap yg bocor ini kita buatkan strateginya
dng benar. Gotong royong-nya bisa kita agendakan untuk perbaikan2 yg lain, atau
sekadar membantu mengawasi saat pengerjaan.
Kesempatan untuk bisa identifikasi titik bocor tsb, jelas
sangat terbuka bagi marbot yg notabene tinggal 24 jam di musholla. Nah, sudah
semestinya dia kita motivasi spy bisa inisiatif memperbaiki atap bocor ini
tanpa harus menunggu bapak2 jamaah turun semua.
Saya tidak percaya kalo ini tidak bisa diperbaiki sendiri
oleh marbot, karena melihat potensi cara kerja dia; apalagi kalo harus panggil
tukang segala. Ketika istri membaca tulisan ini, dia berkomentar singkat:
"lha sekarang dia sudah nyaman tinggal di kamar khusus, bebas bocor, jd
ngapain mesti susah2 ngurus musholla yg bocor?"
Saya pikir, benar juga ya? Mungkin tingkat comfort zone-nya
yang sdh sangat wuenak, jadi kurang peduli lagi sama masalah di musholla ini.
Beda sekali dg saat dulu masih tinggal di kamar sebelah imam-an. Mungkin, itu
juga menjadi salah satu jawaban shg beberapa shubuh-an pun terpaksa bapak2 lain
yg adzan, dng puncaknya tadi pagi, ternyata kakak dari Green Kori yg adzan
shubuh. :(
Anyhow, tulisan ini adalah untuk bahan renungan kita
bersama, minimal sbg catatan pribadi saya, agar ada pembinaan yg benar untuk marbot yg tinggal di musholla, siapa
pun itu nantinya. Mari hilangkan prasangka pribadi, karena semangatnya adalah
untuk kebaikan kita semua. Banyak prestasi luar biasa marbot kita, tapi tentu
saja kita juga berkewajiban untuk membina biar bisa lebih baik & lebih
peduli.
Jika ada sudut pandang yg salah, mari kita perbaiki bersama,
karena tentu tidak mutlak harus membaca dari sudut pandang yg saya ambil.

No comments:
Post a Comment